Jakarta - Pemerintah seharusnya menetapkan kisaran harga pertamax setiap bulan agar masyarakat tidak dirugikan. Dengan adanya kisaran harga masyarakat juga bisa mengantisipasi harga pertamax setiap bulannya.
"Mestinya tiap bulan pemerintah punya kisaran harganya untuk kepentingan pengaturan dan pengawasan, sehingga masyarakat tidak dirugikan," kata Direktur Refor-Miner Institute Pri Agung Rakhmanto saat berbincang dengan detikFinance, Sabtu (28/2/2009).
Menurutnya harga pertamax untuk bulan Maret masih bisa bertahan di kisaran harga Rp 5500-5800 per liter. Pertamina sendiri baru akan mengumumkan harga pertamax 1 Maret pada Sabtu malam ini.
"Harga masih bisa tetap di kisaran Rp 5500-5800 per liter," ujar Pri Agung.
Menurut Pri Agung, meskipun selama minggu pertama hingga ketiga bulan Februari harga premium di pasar internasional anomalinya cenderung tinggi, namun di minggu terakhir di bulan Februari ini harga sudah mulai stabil di kisaran US$ 50 per barel.
"Selama minggu ke pertama sampai ketiga bulan ini memang harga premium di pasar international cenderung tinggi, hingga mencapai US$ 59 per barel. Tapi berdasarkan data minggu terakhir Februari ini trennya sudah mulai stabil di kisaran US$ 50 per barel," papar Priagung.
Pri Agung juga menilai harga pertamax yang berlaku pada bulan Desember dan Januari masih terlalu mahal. "Harga Pertamaxnya untuk bulan Maret harusnya tetap. Harga yang berlaku Desember-Januari lalu malah yang sebenarnya ketinggian. Tapi karena pemerintahnya melepas begitu saja supaya pasar yang menentukan ya seperti itu jadinya," jelasnya.
(epi/ir)
"Mestinya tiap bulan pemerintah punya kisaran harganya untuk kepentingan pengaturan dan pengawasan, sehingga masyarakat tidak dirugikan," kata Direktur Refor-Miner Institute Pri Agung Rakhmanto saat berbincang dengan detikFinance, Sabtu (28/2/2009).
Menurutnya harga pertamax untuk bulan Maret masih bisa bertahan di kisaran harga Rp 5500-5800 per liter. Pertamina sendiri baru akan mengumumkan harga pertamax 1 Maret pada Sabtu malam ini.
"Harga masih bisa tetap di kisaran Rp 5500-5800 per liter," ujar Pri Agung.
Menurut Pri Agung, meskipun selama minggu pertama hingga ketiga bulan Februari harga premium di pasar internasional anomalinya cenderung tinggi, namun di minggu terakhir di bulan Februari ini harga sudah mulai stabil di kisaran US$ 50 per barel.
"Selama minggu ke pertama sampai ketiga bulan ini memang harga premium di pasar international cenderung tinggi, hingga mencapai US$ 59 per barel. Tapi berdasarkan data minggu terakhir Februari ini trennya sudah mulai stabil di kisaran US$ 50 per barel," papar Priagung.
Pri Agung juga menilai harga pertamax yang berlaku pada bulan Desember dan Januari masih terlalu mahal. "Harga Pertamaxnya untuk bulan Maret harusnya tetap. Harga yang berlaku Desember-Januari lalu malah yang sebenarnya ketinggian. Tapi karena pemerintahnya melepas begitu saja supaya pasar yang menentukan ya seperti itu jadinya," jelasnya.
(epi/ir)
Sumber : http://www.detikfinance.com
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar